Kesenian Gandrung

Standar

kesenian gandrung

Kata Gandrung diartikan sebagai terpesona. Dimaksudkan adalah terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri yaitu Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Ungkapan rasa syukur masayarakat setiap habis panen mewujudkan suatu bentuk kegembiraan sebagaimana penampilan Gandrung sekarang ini.

Pementasan Kesenia Gandrung biasanya diselenggarakan pada malam hari mulai pukul 21.00 – 04.00 pagi. Untuk memenuhi kebutuhan suatu acara tertentu pementasan seni Gadrung dapat juga dilakukan siang hari.Dalam hal ini penari Gandrung sebagai media bagi tuan rumah atau yang punya hajat didalam menjamu tamu. Jumlah pemain gandrung berkisar antara 8- 10 orang terbagi dalam 14 grup yang berisi 38 penari. Peralatan yang sering digunakan adalah kendang, kethuk, biola, gong dan kluncing.


Sumber :

http://www.banyuwangikab.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s