Cara Cepat Pematangan Pisang Raja

Standar

UPAYA PENGENDALIAN PEMATANGAN PISANG RAJA

 


Pisang raja merupakan merupakan suatu komoditas yang sangat diperlukan menambah nilai gizi. Mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi pisang dari berbagai golongan usia seperti, bayi, anak-anak, remaja, maupun orangtua. Di Indonesia yang berpenduduk cukup banyak, ternyata konsumsi buah pisang menempati urutan tertinggi jika di bandingkan dengan konsumsi buah yang lainnya.

Tanaman pisang merupakan jenis tanaman dataran rendah yang mudah tumbuh subur di daerah tropis. Tanaman pisang tumbuh dengan baik pada tanah liat yang mengandung kapur dengan keasaman antara pH 4,5 – 7,5. Terdapat 3 jenis pisang yang terdapat di Indonesia, yaitu pisang yang hanya dimanfaatkan sebagai sumber serat, pisang yang enak dimakan, pisang liar yang hanya digunakan sebagai hiasan saja. Pisang raja termasuk pisang yang enak dimakan. Jenis pisang sangat terkenal di Indonesia. Bentuk buah pisang raja bulat lonjong dan lebih pendek  jika disbandingkan dengan pisang ambon. Pisang raja umumnya digunakan sebagai buah segar.

Penanganan pisang secara baik dapat meningkatkan kualitas yang baik pula. Penanganan yang baik pada pisang harus dilakukan, karena buah pisang merupakan komoditas yang mudah rusak. Kerusakan pisang raja dapat disebabkan oleh mikroorganisme, mekanis, maupun fisiologis (respirasi cepat). Kerusakan karena mikroorganisme, misalnya pisang terkontaminasi mikroorganisme, mikroorganisme dapat merusak pisang dengan mengeluarkan enzim untuk memecah substrat dalam pisang, sehingga pisang akan rusak dan menjadi busuk.

Cara pemanenan pisang supaya komoditi ini masih dalam keadaan baik sampai kedaerah tujuan adalah dengan cara melakukan penghambatan proses pematangan. Salah satu alternative untuk memperpanjang proses pematangan adalah dengan melakukan proses kimiawi yaitu dengan menggunakan kalium permanganate (KMnO4). (KMnO4) dapat menunda proses pematangan buah karena dapat mengoksidasi gas etilen dari kantong atmosfir didalam kantong plastik pengemas.

Perkembangan buah pisang raja melalui beberapa tahap yaitu meliputi pembelahan sel, pembesaran sel, pendewasaan sel, pematangan sel, kelayuan, dan pembusukan sel. Pertumbuhan buah pisang ditandai oleh perubahan dalam ukuran panjang dan lingkarannya (Lodh pantastico 1986:49). Pisang raja yang mengalami proses pertumbuhan yang cepat pada tingkat masak, maka kulitnya dapat merekah. Pengurangan berat kulit kemungkinan disebakan oleh berubahnya selulosa dan hemiselulosa dalam kulit pada saat pemasakan menjadi pati (Simmond,1966).

Selama tahap perkembangan pembentukan pati pada buah akan terus meningkat akibat aktivitas metabolisme dalam sel, dan menurun setelah masaknya buah yaitu dengan diubahnya pati sebagai cadangan makanan menjadi disakarida dan selanjutnya menjadi monosakarida atau gula-gula sederhana (Winarno dan Aman,1981).  

 Pemanenan buah pisang,selain didasarkan atas umur buah setelah berbunga, juga didasarkan pada pemanfaatan buah tersebut setelah dipanen, dan hal ini tergantung dari varietas, tempat tumbuh, dan asal bibit (Kaslan,1970). Pisang dipanen dengan mempertimbangkan faktor jarakdengan daerah penjualandan tempat penyimpanan didaerah konsumen (Rismunandar,1973).

Ternyata buah pisang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan manusia, pisang oleh masyarakat sering digunakan untuk lulur atau memperlancaar pencernaan. Selain itu masih banyak manfaat lainnya yang telah dibuktikan baik secara klinis maupun penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli. Kandungan buah pisang diantaranya adalah 99% kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 0,25 miligram, serat 0,7 gram, kalsium 8 miligram, fosfor 28 miligram, besi 0,5 miligram, vitamin A, vitamin B, vitamin C dan air. Kandungan buah pisang sangat banyak terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, protein, lemak, sehingga apabila seseorang hanya mengkonsumsi pisang saja, secara otomatis sudah terpenuhi kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh.

Kalium yang terdapat pada pisang juga dapat meningkatkan konsentrasi pada anak, selain itu, kandungan vitamin B yang cukup tinggi pada pisang juga mampu mempertahankan aktifitas kerja sistim saraf, hal inilah yang mendorong pelajar mampu berkonsentrasi lebih lama. Dalam satu pisang memang terkandung banyak zat gizi, kandungan vitamin dan mineralnya lebih unggul jika dibandingkan dengan buah dan sayuran lain, terutama untuk vitamin B6 (piridoksin), kalium, serat dan manganat (Dr Ir Sobir,2000).  

Vitamin yang terkandung dalam daging pisang buah raja antara lain vitamin A, thiamin, riboflavin, dan asam askorbat (Palmer,1971), perubahan buah pisang selama pematangan meliputi warna, tekstur, dan aroma. Selama pematangan akan terjadi beberapa peningkatan zat kimia karena sintesis, tetapi juga penurunan terhadap zat lain karena terjadinya pemecahan menjadi komponen lain yang lebih sederhana. Perubahan buah pisang selama pematangan meliputi perubahan kadar air, perubahan karbohidrat, perubahan warna, perubahan aroma, perubahan tekstur, perubahan vitamin, dan perubahan tannin.

Pengaturan pematangan pisang dimungkinkan karena adanya promotor, dengan menggunakan metode pendegradasian gen atau yang disebut RNA interference. Dengan promotor yang berasal dari pisang itu sendiri, diharapkan dapat mengontrol pematangan pisang. Promotor dapat bekerja untuk membungkam gen yang akan mematangkan buah pisang yang disebut gen ACO. Gen ini dapat mengode enzim yang mengatalisis produksi etilen alami pada tanaman buah. Gen-gen ACO yang hidup didalamnya terdapat protein karbit, hormon ini yang dihambat produksinya sehingga proses pematangan pisang dapat dikendalikan.

Alternatife lain pengendalian pematangan pisang raja adalah dengan perlakuan kimiawi, yang meliputi zat-zat yang dapat memacu dan menghambat proses pematangan. Zat yang meacu pematangan buah pisang adalah etilen, abisin, dan asetilen. Kalium permanganat juga bisa berfungsi sebagai penyerap gas etilen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah pisang yang disimpan dalam kantong plastic yang mengandung kalium permanganate mempunyai ketegaran yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s