STOIKIOMETRI

Standar

STOIKIOMETRI

A.    TATA NAMA SENYAWA

1.      Tata Nama Senyawa Organik

Tata nama senyawa anorganik secara umum dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

a.       Penamaan Senyawa Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang terdiri atas dua jenis unsur.

·         Senyawa Biner Ionik

Senyawa biner dari logam dan logam merupakan senyawa ion. Senyawa ion terdiri dari ion positif (kation) yang merupakan ion logam dan ion negatif (anion) yang merupakan ion nonlogam.

Contoh Senyawa Biner Ionik:

Kation Na+ Natrium Fe3+ Besi (III)

K+ Kalium Cu+ Tembaga (I)

Mg2+ Magnesium Cu2+ Tembaga (II)

Senyawa yang termasuk ke dalam senyawa biner logam dan nonlogam, yaitu ;

a.       Senyawa Garam

Senyawa garam diperoleh dari reaksi antara asam dengan basa.

b.      Oksidasi Logam (Oksidasi Basa)

Oksidasi logam adalah merupakan oksidasi pembentuk basa dalam air.

·         Senyawa Biner Nonlogam dan nonlogam (Senyawa Kovalen)

Senyawa biner nonlogam dengan nonlogam merupakan senyawa kovalen. Partikel terkecil dari senyawa ini adalah molekul. Senyawa biner kovalen terdiri atas senyawa asam monoksi dan oksida nonlogam yaitu:

a.       Senyawa Asam Nonoksi

Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dapat melepas ion H+ dalam air. Asam seperti ini dinamakan asam nonoksi Karena tidak mengandung oksida asam. Sebaliknya, asam oksida adalah asam yang mengandung oksida asam.

b.      Oksida Nonlogam

Oksida adalah senyawa dari suatu unsur dengan oksigen. Oksida nonlogam adalah oksida unsur nonlogam yang jika dilarutkan dalam air membentuk senyawa asam. Oksida nonlogam disebut juga oksida asam. Akan tetapi, tidak semua oksida nonlogam termasuk oksida asam.

b.      Penamaan Senyawa Poliatom

Senyawa Poliatom adalah senyawa yang disusun oleh lebih dari dua jenis unsur.

·         Senyawa Poliatom Ionik

Senyawa poliatom ionik adalah senyawa poliatom yang partikel terkecilnya merupakan ion. Senyawa poliatom ionic terdiri dari kation dan anion yaitu :

a.       Senyawa Garam Poliatom

Senyawa Garam Poliatom adalah senyawa garam yang kation atau anionnya merupakan ion poliatom.

b.      Senyawa Basa

Menurut Arrhenius, basa adalah zat yang dapat melepaskan ion OH- dalam air. Larutan basa rasanya agak pahit dan bersifat kausatik (licin seperti sabun). Senyawa basa merupakan senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH- (kecuali NH4OH).

·         Senyawa Poliatom Kovalen

Senyawa poliatom kovalen adalah senyawa poliatom yang partikel terkecilnya adalah molekul. Senyawa yang termasuk ke dalam senyawa poliatom kovalen adalah senyawa asam oksi.

2.      Tata Nama Senyawa Organik

a.       Senyawa Hidrokarbon Sederhana

Senyawa hidrokarbon masih diklasifikasikan menjadi alkana, alkena, dan alkuna. Pembagian senyawa tersebut didasarkan pada ada tidaknya ikatan rangkap dalam senyawa hidrokarbon.

b.      Senyawa Alkohol Sederhana

Tata nana senyawa alkohol hampir sama dengan tata nama senyawa hidrokarbon sederhana. Penamaannya, senyawa alkohol sederhana adalah sebagai berikut.

CH3OH : Metanol

C2H5OH : Etanol

C3H7OH : Propanol

c.       Senyawa Asam Organik

Asam organik atau asam karboksilat berdasarkan IUPAC dinamakan asam alkanoat.

B.     HUKUM – HUKUM DASAR KIMIA

1.      Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) adalah massa zat-zat sebelum dan sesuadah reaksi adalah tetap. Contoh hidrogen + oksigen = hydrogen oksida. (4g)+(32g)=(36g)

2.      Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) adalah perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap.

3.      Hukum Perbandingan Berganda = Hukum Dalton adalah bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

4.      Hukum – Hukum Gas

Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT dimana:

Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:

a.       Hukum Boyle

b.      Hukum Gay – Lussac

c.       Hukum Boyle – Gay Lussac

d.      Hukum Avogadro

C.    PERSAMAAN REAKSI

Persamaan reaksi mempunyai sifat :

1)      Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.

2)      Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama.

3)      Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu dan tekanannya sama).

D.    KONSEP MOL

mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar bilangan Avogadro dan massanya = Mr senyawa itu.

Jika bilangan Avogadro = L maka :

L = 6.023 x 1023

1 mol atom = L buah atom, massanya = Ar atom tersebut.

1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr molekul tersebut.

Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat.

Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel.

Telah diketahui bahwa 1mol zat X = l buah partikel zat X, maka

2 mol zat X = 2 x L partikel zat X

5 mol zat X = 5 x L partikel zat X

n mol zat X = n x L partikel zat X


Jumlah partikel = n x L

·         Massa Atom dan Massa Rumus

1.      Massa Atom

2.      Massa Atom Relatif (Ar)

3.      Massa Molekul Relatif (Mr)

4.      Massa Molar = Mr atau Ar suatu zat (gram)

5.      Volume Molar ( PV=nRT ) atau dapat menggunakan 22,4 jika keadaan standar.

6.      Rumus Molekul dan Rumus Empiris.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s